Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Amien Prenduan melaksanakan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) internal bagi mahasiswa semester VI pada Jumat, 24 Januari 2026, bertempat di Pesantren Al-Amien Putri I. Kegiatan ini mengusung tema “Kreasi Limbah Plastik: Menyulap Sampah Menjadi Berkah” sebagai upaya peningkatan wawasan edupreneurship berbasis kepedulian lingkungan.
SPL merupakan agenda akademik tahunan Fakultas Tarbiyah yang dirancang untuk memperkuat keterkaitan antara teori perkuliahan dengan praktik lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas unggulan lembaga mitra sebagai bagian dari penguatan kompetensi profesional dan kewirausahaan edukatif.
Kegiatan SPL dilaksanakan mulai pukul 13.00 WIB dan dipusatkan di aula utama Pesantren Al-Amien Putri I. Mahasiswa mengikuti workshop lingkungan hidup sekaligus observasi program unggulan pesantren yang berfokus pada pengelolaan limbah plastik menjadi produk kreatif bernilai ekonomis. Program ini menjadi salah satu wujud komitmen pesantren dalam menanamkan kesadaran ekologis dan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Materi workshop disampaikan langsung oleh KH. Syaifudin Kudsi, S.HI., M.A., selaku pengasuh Pesantren Al-Amien Putri I. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya menjaga keseimbangan bumi melalui pendekatan edukatif dan produktif. Pemanfaatan sampah plastik, menurut beliau, tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Sesi workshop berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dan pemateri. Antusiasme peserta semakin terlihat saat kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan karya seni berupa mozaik sketsa wajah yang disusun dari limbah plastik. Dalam praktik ini, mahasiswa mengaplikasikan ketelitian, kreativitas, dan kerja kolaboratif dengan menghasilkan sketsa wajah dosen sebagai objek karya.

Pemateri menjelaskan bahwa karya mozaik dari limbah plastik memiliki nilai seni dan estetika tinggi, bahkan berpotensi memiliki nilai jual yang signifikan karena proses pembuatannya menuntut keuletan dan presisi. Beberapa karya serupa, menurut beliau, telah menarik minat investor luar negeri sebagai produk kreatif ramah lingkungan, sehingga sangat relevan dikembangkan sebagai model edupreneurship pesantren dan pendidikan tinggi.
Kegiatan SPL internal ini berakhir pada pukul 15.50 WIB. Seluruh mahasiswa kemudian kembali ke kampus untuk melengkapi administrasi dan laporan pelaksanaan SPL. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Prodi PAI mampu menginternalisasi nilai kepedulian lingkungan, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan sebagai bagian integral dari profil lulusan Fakultas Tarbiyah.
