Prenduan, 3 Desember 2025 — Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Amien Prenduan menyelenggarakan Diseminasi Hasil Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Tematik 2025 dengan tema “Smart and Green Village”. Kegiatan yang berlangsung di Lantai III Gedung Rektorat UNIA Prenduan ini menjadi ajang pertanggungjawaban akademis bagi mahasiswa semester VII sekaligus ruang belajar bagi mahasiswa semester V yang akan mengikuti P2M pada tahun berikutnya.
Tahun ini, mahasiswa putra melaksanakan P2M di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, sedangkan mahasiswa putri ditempatkan di Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan. Adapun mahasiswa International Class Program (ICP) turut mempresentasikan pengalaman pemberdayaan masyarakat yang mereka lakukan di Malaysia, memberi warna global dalam kegiatan diseminasi.
Diseminasi Penuh Gagasan
Diseminasi yang mengusung semangat smart village dan green development ini diikuti oleh total 12 tim “enam tim putra dan enam tim putri” yang dibagi dalam dua sesi.
Sesi putra dimulai pukul 11.30 WIB – 12.55 WIB

Sesi putri dilanjutkan pada pukul 13.55 WIB-15.40 WIB

Setiap kelompok memaparkan capaian program, metode yang digunakan, inovasi pemberdayaan, dan tantangan lapangan selama pelaksanaan P2M pada September lalu. Ruangan dipenuhi oleh sivitas akademika Fakultas Tarbiyah, jajaran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa semester V yang wajib hadir sebagai syarat mengikuti P2M tahun depan.
“Diseminasi ini bukan sekadar agenda laporan, tetapi bagian penting dari proses akademik untuk memastikan bahwa pengalaman lapangan benar-benar menjadi sumber pembelajaran. Mahasiswa semester 5 harus mencermati dengan serius karena P2M menuntut kedewasaan berpikir, kemampuan adaptasi, serta sensitivitas sosial. Apa yang dipresentasikan kakak-kakak kalian hari ini adalah gambaran nyata tentang bagaimana ilmu yang kalian pelajari harus diwujudkan dalam kerja pemberdayaan masyarakat yang terukur dan berdampak.” pesan Luthfatul Qibtiyah, M.Pd.I, Wakil Dekan dan salah satu dewan penanggung jawab P2M UNIA Prenduan, saat membuka kegiatan.

Sharing Pengalaman yang Inspiratif
Suasana diseminasi semakin hidup ketika peserta memaparkan kisah lapangan yang penuh dinamika. Banyak cerita menarik muncul tentang adaptasi sosial, pengelolaan program, hingga strategi membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Terutama yang pasti dipaksa untuk bisa melakukan apa aja sebenarnya. Mudah enggaknya P2M tergantung diri sendiri, pintar-pintar membaur di masyarakat,” ungkap Nazia Do, salah satu peserta P2M, ketika membagikan pengalamannya di depan peserta.
Sesi tanya jawab berjalan interaktif dan hangat. Antusiasme mahasiswa semester V terlihat jelas saat mereka aktif bertanya mengenai teknis persiapan, tantangan lapangan, hingga tips berkomunikasi dengan perangkat desa dan warga.

Kegiatan diseminasi P2M Tematik 2025 ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga wahana penguatan mental, wawasan, serta kesiapan mahasiswa sebelum benar-benar terjun ke masyarakat. Dengan tema Smart and Green Village, Fakultas Tarbiyah berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang inovatif, adaptif, dan berpihak pada pembangunan berkelanjutan.
Acara berlangsung lancar, meriah, dan penuh semangat hingga akhir, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan P2M tahun 2025 dengan hasil yang membanggakan.

Categories: Berita

Translate »